Sabtu, 11 Desember 2010

tasik memang asik

LSM FKMT : Walikota Tasikmalaya Tutup Mata, Berbagai Dugaan Kasus Korupsi Merajalela!

Tasikmalaya-Hikayat tentang korupsi, seakan tiada redup suryanya untuk di perbincangkan terus ke permukaan public.Tensi libido korupsi sudah di ambang titik klimaks gairah nikmatnya, tak terhingga.Betapa tidak, sepak terjang biang koruptor berkedok pejabat berhati penjahat, seakan terlena oleh sedapnya candu memperkosa uang rakyat.Esensial kisah klasik mencari ruang kesempatan dalam kesempitan untuk mengasak uang negara, selalu ada celah di manfaatkan.Tak peduli meski uang hasil merampok sekalipun, yang terpenting bisa ereksi mengerogoti nikmatnya sebuah kue, agar bisa ejakulasi ke kantong pribadinya.Tapi ironisnya semua perbuatan nista itu, sebuah fenomena nyata biasa.Juga di biarkan tumbuh subur.

Geram dengan potret kondisi yang terus di lestarikan tersebut, maka Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dari Forum Komunikasi Masyarakat Tasikmalaya (FKMT).Merasa terpanggil untuk melakukan action mengebrak eksistensi keadaan yang korup.Untuk segera meniup angin perubahan dari rezim status quo.Salah satu alternatifnya itu adalah, dengan langsung berteriak lantang, dengan turun ke jalan untuk demo ke berbagai tempat sasaran.Demo tersebut di samping untuk membangunkan semua pihak, yang terlelap pulas di nina bobokan oleh nikmatnya kekuasaan.Juga serta merta partisipatif dalam rangka peringatan hari korupsi internasional.

Dengan iring-iringan konvoi mengendarai berbagai kendaraan roda dua dan roda empat.Serta berbagai atribut lengkap yang di kenakan.Mereka langsung tancap gas bergerak, yang di mulai start di base camp di gudang pesantren melaju. ke Kantor Polisi, Kejaksaan dan ke Kantor Walikota Tasikmalaya.Konvoi tersebut sempat memacetan berbagai ruas jalan jalan protocol.Demo yang klimaksnya mengepung Kantor Walikota itu, di kawal ketat oleh aparat keamanan.

Dalam orasi yang di teriakan langsung oleh Ketua FKMT Dani Safari itu berjalan tertib.Dengan semangat membara Dani langsung bla bla bla mengeluarkan statement tentang tudingannya, telah terjadi dugaan korupsi di tubuh Pemerintahan Kota (Pemkot) Tasikmalaya.Di antaranya adalah dugaan manipulasi data Tenaga Kerja Kontrak (TKK) yang melibatkan banyak pejabat.Salah satunya H Ahdiat, H Lukman, Yayat Hidayat dan Edi Rifendi (kasus ini sudah satu bulan di tangani oleh Polresta Tasikmalaya).Kemudian dana alokasi khusus (DAK) Dinas Pendidikan (Disdik) sebesar 22 milyar.Dengan proyek 8 paket rehab (kasus ini sudah di adukan ke Tipikor Polda Jabar).Terus FKMT telah melaporkan harta melimpah sebesar 2 milyar milik sang Sekpri Walikota yang berinisial IM ke KPK.

Selanjutnya berdasarkan temuannya, baru-baru ini dalam pembebasan tanah di murgasari (untuk penegerian Unsil) di duga ada system percaloan oleh tim panitia Pemkot.Dengan pengusulan harga sebesar Rp 1, 250 juta oleh Pemkot ke Provinsi.Padahal tanah warga setempat itu di jual dengan murah yakni sebesar Rp 250 ribu per bata dari kapasitas luas 21 hektar (perkara ini sudah di adukan kepada SBY melalui Mendagri).Seterusnya di temukan juga dugaan adanya potongan dari para rekan pemborong sebesar 10 % oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian.Dalam proyek RPH di Indihiang sebesar Rp 2.000.000 dan pengembangan pertanian sebesar Rp 7.295.000.000, berarti ada dugaan gratifikasi sebesar Rp 929.500.000,- (kasus ini sudah di notulensikan di Tipikor Polda Jabar).”Korupsi saat ini sudah begitu fatal, bahkan eksesnya sudah sampai mendarah daging. Tidak hanya berkutat pada kaum elite birokrat, tetapi juga merasuk sendi-sendi masyarakat tingkat lokal.Korupsi menjelma sebagai virus akal budi yang kekar, tangguh, dan visioner dalam menggerogoti uang rakyat.Yang terjadi kemudian adalah proses pelapukan dan pembusukan yang terus menjerumuskan semuanya pada titik nadir yang mengerikan.Tapi ironisnya melihat potret buram itu, seolah Walikota Tasikmalaya apatis dengan semua kasus yang ada tersebut,”teriaknya yang di sambut yel yel masa dari FKMT, tepat di pintu beranda kantor Walikota pada pekan lalu.

Selanjutnya Dani juga menyoroti kasus hewan kurban di Pemkot yang bernilai 4 milyar pada tahun 2007 , yang di duga amburadul.Terus juga kasus dugaan sop buntut rehab puskesmas yang sarat akan korupsi.Kemudian pengadaan 100 motor tidak sesuai aturan.Juga terjadi dugaan mark –up gratifikasi 10% di Dinas Cipta Karya Kota.Serta di duga adanya bau korupsi di Dinas Indag Kota pada proyek pasar Cikurubuk sebesar 4,7 milyar.Selanjutnya terjadi mark-up gedung dewan dan gedung Pemkot.Tak ketinggalan juga, Dani menyoroti kasus belekok yang menerpa salah satu Kadis (hingga akhirnya kini Kadis tersebut di pindahkan).”Sudah jelas rapot merah buat sang Walikota.Karena sudah bertebaran kasus dugaan korupsi yang merajalela.Tak di pungkiri banyak pejabat yang terjerat.Tapi tragisnya Walikota Tasikmalaya justru menutup mata!Dengan melihat fenomena itu, kami meminta kepada DPRD segera keluarkan hak angket dan hak interpelasi.Untuk segera juga untuk mengimpeachment orang nomer satu di Pemkot tersebut!,”pekiknya.

Dari demo tersebut, nampak tidak seorang pejabat pun yang kelihatan batang hidungnya.Entah mereka tidak ada di tempat.Atau kah memang mereka sedang wara wiri menyelesaikan berbagai tugasnya.Atau jangan-jangan malah ngacir mengambil jurus langkah seribu?atau justru malah ngumpet menutup telinga?dari gempita teriakan masa?(Ariska)



Tasikmalaya Penuh Sesak Dengan Leasing

TASIKMALAYA-Nafsu kapitalisme yang berkedok leasing untuk menguasai semua sector niaga, rupanya kini sudah bisa merambah ke berbagai daerah.Pengaruhnya benar-benar digjaya meluluh lantahkan semua sector ekonomi.Tak terkecuali juga kini merambah Kota Tasikmalaya.Predikat yang melekat sebagai kota santri, ternyata kini hanya kisah nostalgia belaka.Karena saat ini Tasikmalaya justru malah di kepung oleh berbagai puluhan perusahaan Leasing.

Menjamurnya renternir-renternir berdasi sampai renternir kelas teri atau yang lebih dikenal KOSIPA bebas bergentayangan mencari mangsa hingga ke pelosok pemukiman penduduk di kota santri. “ Kota yang dipuja ribuan orang dengan menyadang sebagai predikat dari mulai kota santri, kota resik, kota batik, kota koperasi, hingga terkenal gudangnya pendidikan ilmu agama islam seperti tidak menyisahkan celah ketenangan bagi penghuninya,”heran salah satu sumber yang enggan di buka identitasnya kepada Tadjuk pekan lalu.

Menurut sumber makin menjamurnya keberadaan Leasing, berimpak pada merebaknya renternir –renternir bayangan, usaha tidak sehat sehingga masyarakat menjadi resah terutama dari konsumen tentang praktek Leasing dalam penagihan menggunakan Debt colektor yang tidak simpatik dan lebih mengarah kepada intimidasi, pemaksaan dan kekerasaan. Munculnya perusahaan Leasing di anggap sebagaian kalangan telah banyak menyengsarakan masyarakat seperti cicilan dan bunga terlalu besar di sertai harus mengeluarkan uang DP jutaan rupiah menyebabkan perekonomian sebagian masyarakat kecil tidak berkembang. Selain itu, penagihan Debt colektor yang tidak pakai etika langsung main jabel (Sita) tanpa mengedepankan budaya musyawarah dan memberikan solusi.

Dari data perlindungan konsumen Disperindag kota Tasikmalaya, sedikitnya 24 perusahaan Leasing yang resmi terdaftar di kota Tasikmalaya, sedangkan data dari perlindungan konsumen AL HIKAM mencapai 70 perusahaan Leasing yang legal dan illegal yang tersebar di beberapa 10 kecamatan, kota Tasikmalaya dengan luas wilayah 17.156,20 Ha (171,56 km2) dengan jumlah penduduk 642.046 jiwa,kalau di hitung perbandingan jumlah Leasing yang tersebar kini kota Tasik sudah sesak di penuhi kapitalis leasing.

Untuk menertibakan perusahaan Leasing itu, hal itu pernah di singgung dalam paparan walikota pada rapat kordinasi triwulan II tentang isu permasalahan dan tindak lanjut pembangunan kota Tasik 2010 yang intinya membahas keberadaan Leasing dalam penagihannya tidak simpatik lebih mengarah pada intimidasi, pemaksaan dan kekerasaan. Namun sayangnya pemkot tidak berani bertindak tegas terhadap renternir yang berkedok pembiayaan konsumen yang semakin hari makin meresahkan masyarakat dan hingga kini tidak ada tindak lanjut dari pemerintah. “Harus ada keberanian dari walikota untuk menertibkan pengusaha Leasing atau Panin yang jelas-jelas seperti Yahudi dikota yang notabene basis santri,” terangnya.

Selanjutnya sumber mengungkapkan bahwa langkah tegas pemerintah kota yang bisa di ambil walikota bisa berupa menutupan izin usaha Leasing tersebut. Maka kalau itu dibiarkan perekonomian khususnya masyarakat yang berpenghasilan kelas menengah kebawah sulit berkembang. Oleh sebab itu lanjut sumber, selama izin usaha yang di keluarkan BPPT tidak di perketat,di khawatirkan Leasing-leasing akan menjamur dan bergentayangan bebas tumbuh di kota yang bermayoritas memeluk Islam. Dengan demikian selama modus kridit ala Yahudi tidak di tertibkan maka tidak sepantasnya kota Tasikmalaya menyandang gelar kota santri, “ungkapnya.

Sementara itu menurut beberapa pemerhati bidang perlindungan konsumen mengatakan, bagi sebagian besar orang terutama para konsumen kredit kendaraan bermotor tanpa di sadari, Leasing di anggap kredit paling ringan terutama proses dan persyaratannya sangat mudah, padahal kalau di pikir panjang itu menjadi beban selama 35 bulan (3 tahun) harus menanggung cicilan dan masyarakat telah di bodohi dengan tipu muslihat dengan perjanjian klausal baku secara sepihak dan pengungkapannya sulit dimengerti sebagaimana tercantum dalam Undang-undang perlindungan konsumen No.8 Tahun 1999 pasal 18 tentang ketentuan pencantuman klausal baku.”paparnya.(Ariska)

SIGI

Sepenggal Kisah Di Kereta Ekonomi

Mentari pagi saat itu bersinar dari ufuk timur, suryanya menghangatkan seisi buana.Termasuk juga menghangatkan penulis yang sedang menanti dengan setia.Kereta Api Pasundan jurusan dari Bandung menuju Surabaya.Di stasiun Tasikmalaya.Penulis naik jasa kereta tersebut dengan tujuan akhir ke Kota Solo.Dari jadwal terpampang kereta tersebut tiba jam 09.15 WIB.Tapi realitanya jadwal itu malah meleset, dari jadwal tertera.Bahkan datangnya justru malah molor waktunya.Mungkin bukan kereta ekonomi namanya, kalau datangnya tepat waktu

Setelah lama di tunggu kehadirannya oleh ratusan penumpang.Akhirnya Kereta Pasundan pun muncul dari arah barat.Serta memasuki pelataran Stasiun Tasikmalaya dengan membawa penumpang yang berjejal.Setelah kereta itu berhenti, tak ayal jadi buruan para penumpang yang tak sabar untuk segera memasuki gerbongnya.Untuk memilih tempat duduk.Meski areal tempat duduk sudah padat terisi.Potret terlihat pertama kali itu nampak kumuh dan pengap.Pemandangan unik pun terlihat di semua gerbong dengan disuguhkan dengan banyak penumpang yang tidur di lantai kereta api beralaskan koran.Serta ada juga yang tidur di bawah kursi.Mereka nampaknya tidak menghiraukan apapun yang terjadi di dalam kereta.

Sebagai alat transportasi masal nan murah meriah.Berada di kereta tersebut, laksana berada di pasar tradisional saja.Karena kondisinya sama persis dengan berbagai rona para penjual beraneka ragam yang di tawarkan.Mulai dari penjual pecel, pengamen, pengemis, penjual minuman dan makanan sudah tak terhitung lagi berapa jumlahnya.Hilir mudik, naik turun bergantian di setiap stasiun.Bahkan tak jarang berjejal-jejal hingga menyulitkan penumpang yang mau naik.Di sini semua penumpang berbaur tanpa tahu identitas maupun statusnya. Mau kaya atau miskin, bos atau buruh tak ada yang menyensusnya

Aroma dari berbagai parfum alami maupun buatan, sungguh sedap walau harus membuang muka juga jika tidak membawa sapu tangan.Suara keras tawa atau obrolan penumpang yang seperti pasar burung , kadang bercampur tangis anak kecil yang kegerahan.Belum lagi suara penjual yang menjajakan aneka dagangannya, lalu suara nyanyian hingga lantunan Al-Qur’an yang membuat kita merogoh kocek yang sebelumnya sudah siap dengan recehan lima ratusan.Sebuah harmoni yang hmm….indah juga.Sepanjang dalam perjalanan, mata dan perasaan tak akan pernah lepas dari polah tingkah ribuan manusia yang berseliweran hilir mudik.Nampak pedagang asongan yang hilir mudik berganti tak pernah lelah menawarkan dagangannya, demi sejumput laba. Menawarkan variasi kuliner sederhana di tengah gerahnya suasana kereta. Motif ekonomi telah membuat, atau bisa jadi memaksa, mereka berpeluh, berdesak, dan dengan lincah menghindar dari kejaran segelintir polsuska yang –entah apa motifnya- mengejar2 dan mengusir “distributor” makanan berjalan bagi kami ini.Tapi itu merupakan gambaran indah perjuangan akan kelangsungan hidup.

Hal yang menarik adalah ketika ada seorang pengamen waria yang terlihat nyentrik.Sebelumnya memang sempat ada beberapa pengamen namun tidak semenarik kali ini.Pengamen ini bertubuh gemuk dan pandai menyanyikan lagu-lagu barat maupun Indonesia dalam berbagai versi.Sebelum ia menyanyi ia melakukan komunikasi dulu dengan penumpang.Setelah menyanyikan beberapa lagu iapun berhenti dan kembali berkomunikasi dengan penumpang.Ada kalimat yang menarik yang diucapkannya yaitu: “Para penmpang sekalian yang miskin atau kaya, tapi kalau anda kaya tidak mungkin naik kereta ekonomi ini.Saya tidak memaksa anda untuk memberi uang karena saya menyanyi hanya berdasarkan hobi untuk menghibur orang lain termasuk anda semua. Tapi jika anda berniat memberi jangan merasa terpaksa dan saya berterimakasih atas perhatian anda!


Fenomena lain yang tak kalah menarik untuk di simak adalah, ketika ada pemeriksaan karcis oleh sang kondektur yang di sertai oleh aparat.Meski penumpang berjejal di dalam gerbong tersebut.Tak menyurutkan langkah kondektur untuk memeriksa para penumpangnya.Dalam pemeriksaan tersebut ternyata banyak penumpang yang tidak membeli tiket alias illegal.Tapi lucunya, walau tidak mempunyai tiket, para penumpang itu kelihatannya rilek saja.Saat pemeriksaan datang.Pertanyaan pun muncul?mengapa para penumpang yang bersangkutan tidak panik?takut di tindak?wow ternyata para penumpang gelap itu, mengunakan jurus salam tempel alias memberikan uang dengan menyebutkan tujuan akhir turunnya.

Tentunya memberikan suap itu, tidak sembarangan.Tapi dengan di kalkulasi jarak tempuhnya.oleh si kondektur.Dan lebih menarik lagi adalah saat tangan yang disisipkan di kepalan tangan petugas, dirasa tidak memberikan lipatan yang tebal, dan yang keluar adalah kata atau umpatan….”kalo sampeyan ga bayar , ikut dengan kami , untuk turun di setasiun depan saja!!!”.Memprihatinkan bukannya di tindak,tapi justru petugas tersebut malah mencari kesempatan dalam kesempitan.Untuk mengeruk keuntungan masuk saku pribadinya.Bayangkan berapa jumlah penumpang seperti di atas tersebut?Juga tak heran bila PT KAI selalu terus berteriak rugi melulu.

Tepat pukul 18.00 WIB tak terasa laju kereta sudah mulai memasuki stasiun Solo Jebres.Akhirnya penulis pun harus siap-siap bergegas untuk turun.Meninggalkan kereta yang banyak meninggalkan kisah seru.Juga meninggalkan kereta yang kini, sudah di -penuhi sebagai salah satu sumber untuk mencari nafkah kehidupan.Karena jasanya tersebut banyak menghidupi hajat banyak orang.Tapi kapankah kereta ekonomi bisa berbenah diri?(Ariska)

Dana PUAP

Di Duga Banyak Penyimpangan Bantuan PUAP Senilai 100 juta!

TASIKMALAYA– Dinas Pertanian Kabupaten Tasikmalaya diminta bertanggung jawab atas alokasi dan hibah dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) 2009. Pasalnya bantuan untuk Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) Senilai 100 juta yang dikucurkan pemerintah pusat kepada kelompok tani (GAPOKTAN) dibeberapa kecamatan melalui Dinas Pertanian tersebut disinyalir tidak tepat sasaran dan penuh “Kongkalikong”, bahkan ada dugaan rentan penyimpangan yang dilakukan oleh oknum kelompok tani yang bekerjasama dengan oknum pejabat dari Eselon IV dari Dinas Pertanian. Meski termasuk dana hibah pertanggungjawaban penggunaan anggaran tetap harus diberikan karena dananya bersumber dari pusat.

Menurut salah satu sumber yang dirahasiakan identitasnya asal Desa Pusparaharja Kecamatan Cigalontang Kab. Tasikmalaya mengatakan, “Contoh yang terjadi penyimpangan di Gapoktan Kecamatan Cigalontang diantaranya Pertama, Ketua GAPOKTAN Kecamatan, Desa sampai Ketua Kelompok Tani dijabat oleh orang yang sama. Kedua, nota kesepahaman antara petani tidak berfungsi. Ketiga, harga pupuk subsidi tetap mahal dan tidak terpangpang dan Keempat, bantuan PUAP 2009. Sampaiu 2010 tanpa ada laporan dan tidak pakai kwitansi “ itu kan rawan penyimpangan kata sumber kepada Tadjuk seminggu yang lalu.

Hal senada, diungkapkan anggota petani lainnya yang tersebar dibeberapa Desa Kecamatan Cigalontang, mereka berharap, Dinas pertanian harus menindak tegas oknum-oknum stafnya yang tidak transparan dan tidak berpihak kepada petani yang membutuhkan bantuan tersebut. Lanjut sumber, “ sekalipun hibah tetap saya harus ada laporan penggunaanya apalagi bantuan PUAP harus sesuai dengan peruntukannya, tepat sasaran dan harus ada hasilnya. Jangan mentang-mentang dana hibah digunakan seena-enae dewek,” katanya.

Menurut sumber lain, Dinas pertanian dianggap bersalah dan paling bertanggungjawab dalam memberikan alokasi dana hibah kepada GAPOKTAN dibeberapa Desa, bahkan dinilai saling lempar tanggungjawab manakala ada permasalahan dilapangan dan harus diaudit oleh lembaga yang berwenang yakni BPK dan Inspektorat, ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dinas Pertanian kabupaten Tasikmalaya memberikan bantuan PUAP yang bersumber dari APBN 2009, masing-masing Desa Rp. 100 juta secara bertahap. Bantuan PUAP telah diberikan sejak 2009-2010 kepada sejumlah GAPOKTAN. Termasuk GAPOKTAN dikecamatan Cigalontang seperti GAPOKTAN PUSPARAJA Rp. 51 Juta. Jaya Pura Rp. 49 Juta, dan GAPOKTAN lainnya ada yang menerima PUAP Rp. 51 Juta dan Rp. 52,500 Juta.

Selain itu, dana hibah pun dikucurkan lewat lembaga atau LSM dan organisasi Swasta dikabupaten Tasikmalaya dan ada dugaan diberikan juga kepada oknum pejabat perorangan, Pemberian dana hibah tersebut kemudian dipersoalkan sejumlah kalangan kata sumber.

Di tempat terpisah ketika ditemui Tadjuk beberapa kali Kepala Dinas Pertanian kabupaten Tasikmalaya Ir H Hendri Nugroho MP tidak ada tempat.(Ariska)

Warga ancam demo

Warga Tamansari Tasikmalaya Gerah,

Sarana Jalan Rusak Parah!

TASIKMALAYA-Lengkap sudah derita predikat sumbang yang melekat di sandang Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya.Sebagai salah satu icon Kecamatan yang paling tertinggal.Kecamatan tersebut termasuk daerah tertinggal dalam hal pembangunan di berbagai bidang, dibandingkan kecamatan lain.Termasuk untuk urusan (infrastruktur) sarana fisik ruas jalan yang babak belur amburadul.

Padahal dengan di proklamasikannya sebagai daerah tertinggal, oleh Pemerintah Kota Tasikmalaya (Pemkot).Seyogianya Pemkot memfokuskan anggaran yang sifatnya skala prioritas di tumpahkan untuk pembangunan di wilayah itu.Tapi ironisnya potret realita yang ada itu, justru semakin memprihatinkan.Bahkan seakan Pemkot cuek bebek menatap fenomena itu.Syahdan pembangunan untuk pemeliharaan jalan tersebut, di sebut-sebut akan di kerjakan pada tahun 2010 ini.Tapi semua harapan warga ternyata meleset.Sebab terbukti sampai sekarang pun jalan masih setia seperti dulu amburadul.Hingga warga pun lelah dengan segala janji manis di bibir, tapi implentasinya justru malah pahit di hati.

Ambigu sikap yang di pertontonkan oleh Pemkot.Hanya menyulut bara warga sekitar menjadi gerah.Salah satu yang banyak di keluhkan itu adalah sarana ruas jalan Gegernoong Gobras yang hancur, membuat kenyaman para pengguna jalan terganggu.Dengan tingkat kerusakan jalan yang amburadul itu, dipastikan mengancam kenyamanan juga keselamatan para pengemudi roda dua, maupun roda empat yang melintas jalan tersebut.Pasalnya akses jalan tersebut merupakan salah satu kebutuhan urgen sebagai esensi transfortasi, yang sering di pergunakan warga. "Tingkat kerusakannya berat karena terjadi pengelupasan aspal hingga mencapai 50 persen dari total panjang ruas jalan.Makanya, rehabilitasi jalan segera ditangani agar kerusakannya tidak bertambah parah.Kerusakan ditandai dengan pengelupasan aspal yang muncul di sejumlah titik, sehingga cukup menyulitkan kendaraan maupun orang melintasi sepanjang ruas jalan yang kerap tergenang air saat musim hujan tiba" ujar salah satu narasumber yang enggan di sebut identitasnya kepada Tadjuk pada pekan lalu.

Menurutnya, rusak sejumlah ruas jalan itu sebenarnya sudah berlangsung sejak lama.Banyak factor yang menyebabkan kondisi jalan rusak.Di mulai tingginya curah hujan yang turun dinilainya sebagai penyebab kerusakan, juga kualitas jalannya rendah.Di samping juga tentunya kondisi medan jalannya.Kondisi itu pada akhirnya mengakibatkan jalan mudah rusak.Apalagi, jalur tersebut dikenal cukup padat dilintas kendaraan.Tak hanya roda dua.Banyak juga kendaraan roda empat yang lalu-lalang di jalur tersebut.Karena tak heran, jalan itu merupakan akses jalan satu-satunya menuju ke Gegernoong Gobras.Kondisi jalan itu banyak di antaranya tak beraspal.Lubang di bahu kanan dan kiri jalan menganga.Sementara dari lubang-lubang tersebut terdapat batu-batuan.Kerusakan terparah nampak di berbagai titik.Jika melintasi jalan tersebut, para pengguna jalan harus lihai memilah jalan yang ditapaki.

Konsekuensi logisnya, selain mengganggu aktivitas para pengendara, rusaknya jalur tersebut juga mengakibatkan aktivitas warga terganggu. Pasalnya, selain sebagai salah satu akses jalur tercepat bagi warga, dari berbagai daerah yang melintas jalur tersebut.Karena itu, pada kesempatan ini warga mendesak kepada pihak terkait untuk melakukan perbaikan.Kalau tidak, otomatis aktivitas warga juga akan terganggu.Tuntutan untuk dilakukan perbaikan jalan itu, merupakan mutlak aspirasi warga, kepada Pemkot.Agar segera dilakukan perbaikan.Sebab hal itu untuk menjaga aktvitas ekonomi warga sekitar tidak terganggu.Mengingat mobilitas warga sini tinggi

Ia kemudian menjelaskan, banyak diantara warga yang aktivitas sehari-harinya sebagai pedagang, usaha, sekolah dan pegawai. Karena itu, sangat urgen, sarana infrastruktur yang memadai menjadi faktor penting untuk menunjang kelancaran kegiatan tersebut. Yang pasti bukan hanya pengendara yang rugi. Warga disini juga dirugikan. Sebab, ruas ini juga di pakai warga sekitar.”Sudah berapa kali di laporkan ke kecamatan atau ke kelurahan kondisi jalan tersebut.Termasuk datang langsung ke kantor Dinas Bina Marga.Tapi hasilnya tidak di akomodir sama sekali!,”urainnya.

Seharusnya, menurut sumber jangan ada terminology Kecamatan Tamansari di anak tirikan.Sehingga muncul di beri atribut daerah tertinggal.Harusnya ada perhatian mendalam untuk pembangunan termasuk sarana fisik.Agar daerah tersebut bisa lepas dari bayang-bayang yang bernada minor.Dengan adanya perbaikan yang dimaksud yakni, berupa pekerjaan fisik pelapisan jalan atau layerisasi dengan aspal.Kegiatan itu merupakan bentuk pemeliharaan berkala dari hasil Musrembang.Di sini peran Dinas Bina Marga lebih konsen melakukan perawatan atau pembangunan jalan lingkungan.Jika sudah diaspal hotmik, sepanjang ruas jalan itu menjadi mulus dan semakin nyaman dilintasi baik kendaraan maupun arus lalu lintas orang dan barang yang memanfaatkan sepanjang ruas jalan tersebut.Rehabilitasi ruas jalan yang menjadi jalur vital transportasi darat bagi kawasan sekitarnya itu, merupakan program prioritas, di samping memenuhi keinginan masyarakat yang meminta perbaikan ruas jalan tersebutNamun tragisnya pihaknya selama ini belum merasakan adanya hal itu.”Jadi pupus sudah asa warga Kecamatan Tamansari, untuk segara mewujudkan perbaikan ruas jalan nan mulus selama ini.Semuanya hanya mimpi di siang bolong!,”tegasnya.(Ariska)