Jumat, 24 September 2010

Lelaki doyan lelaki..

Jumlah Gay Di Tasikmalaya
Terus Meningkat
Tasikmalaya-Sungguh ironis kota yang melahiran si raja dangdut H Rhoma Irama , yang selama ini identik dengan trade marknya sebagai kota santri itu.Ternyata kini lambat laun mulai memudar juga bergeser predikatnya tersebut.Seiring dengan kencangnya angin perkembangan transformasi era global yang berhembus menembus ke dalam dinding berbagai aspek kehidupan.Termasuk pergaulan bebas urusan asmara nyeleneh antara pria penyuka sesama pria yang populis di sebut komunitas gay yang akhir-akhir ini begitu fenomenal kehadirannya.Potret realita yang ada, kini mereka berani menampakan jati dirinya ke tengah permukaan publik, dengan memperlihatkan bergelayut mesra tanpa rasa risih bercengkrama sesuka hatinya tanpa memperdulikan lingkungan sekitarnya.Konon katanya eksistensi mereka itu kini mencapai ribuan
Menurut Bambang Wicaksono salah satu aktivitis Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) dan Pusat Informasi & Konseling Kesehatan Reproduksi Remaja (PIK-KRR) Kota Tasikmalaya.Menandaskan sekarang ini eksistensi mereka dulunya berjumlah sekitar 763 orang, tapi kini keberadaannya itu meningkat menjadi 1.500 orang.Suatu jumlah yang cukup signifikan bagi kota kecil selevel Tasik.Data vakid itu dari.Peningkatan jumlah tersebut yang paling dominan adalah gay para brondong yang notabene rata-rata mereka masih pelajar di samping yang lainnya tumbuh berkembang meramaikan bursa esek-esek spesifik kaum adam.”Kami selalu meningkatkan bimbingan konseling terhadap mereka tentang narkoba juga pergaulan sex bebas.”terangnya.
Di tempat terpisah salah satu gay sebut saja Ano.Menerangkan salah satu timbulnya menjadi kaum Lelaki Suka Lelaki (LSL) itu adalah karena gaya hidup yang terlalu berorentasi kepada perasaan juga kepuasaan dalam melakukan hubungan sexsualitasnya.Dengan di topang lingkungan juga pergaulan sebab gay itu juga bisa menular kepada siapa pun sehingga orang yang kerap bergaul dengannya besar. kemungkinan bisa tertular dan secara universal juga di pengaruhi seperti traumatik. Karena menjadi korban orang tua, misalnya menjadi sasaran kekerasan dalam rumah tangga orang tuanya yang melakukan penyimpangan sex serta pengalaman hidup pernah di sakiti wanita.Sehingga orang itu tidak mempercayai perempuan lagi terus akhirnya mencari kepuasaan sendiri dengan lelaki yang memang memiliki kebutuhan yang sama juga.Penyebab lainnya adalah karakter sendiri sejak lahir dan untuk penampilannya pada dasarnya gay itu tidak nampak sepeti waria atau trans gender.Sebab mereka lebih punya style macho yang lebih menonjolkan kerapihan, kebersihan juga dandy dalam berpenampilan.Gay juga terbagi dua bagian yakni yang melakukan hubungan sex terhadap pria sekaligus juga terhadap wanita (biseksual) terus ada yang melakukan terhadap pria saja.Kehadirannya itu muncul dari berbagi status sosial yang ada makanya tak heran gay itu datang dari seorang PNS, Polisi, TNI, Eksekutif muda maupun tua, Dosen, Wartawan, Pelajar, Mahasiswa bahkan preman sekalipun.Meraka itu punya gaya bahasa tersendiri juga sandi tertentu sebagai salah satu pemersatunya.Ketika di singgung akan adanya pembinaan dari MUI dirinya sangat merespon akan hal tersebut tetapi subtansi pembinaan apa yang akan di lakukan tersebut karena semuanya masih sumir.
Tentang rentannya bahaya AIDS Ano, memaparkan sampai sejauh ini belum pernah mendengar adanya komunitas itu terjangkit penyakit tersebut.Karena selama ini mereka itu kalau berhubungan sex pasti selalu memakai kondom sebagai sarana pengamanannya.”Tingkat cemburu mereka itu sangat sensitif jika salah satu pasangannya ada yang berkhianat, apa lagi bila telah menemukan kecocokan perasaan dengan pasangannya dan mereka pun bisa nekad akan melakukan tindakan fisik.”paparnya.
Lebih lanjut Ano menerangkan mereka itu yang berlevel menengah ke atas biasanya kongkow di Mall, Warnet, Cafe, tempat Karaoke atau di Fitnes sebagai ajang pertemuannya yang sering di gelar tiap pekannya.Sedangkan kalau yang berlevel menengah ke bawah cukup di warung remang-remang atau lesehan di sekitar dadaha. Mereka itu semua terdiri dari berbagai lapisan usia berkumpul satu padu alias ngumpul sambil ngopi (ngerumpi) bahkan ada juga yang datang dari Bandung, Jakarta, Surabaya, Jogya juga Solo hanya sekedar melepas rindu dengan pasangannya atau sambil cari brondong serta sekedar bertukar pikiran juga sekaligus sebagai kunjungan study banding.Mereka itu yang datang ke Tasik, rata-rata berprofesi sebagai eksekutif muda maupun pebisnis tua atau ada juga pelajar sekolahan dan mahasiswa yang selama ini menjadi kekasihnya.Karena selama ini Tasikmalaya di kenal sebagai sentral kota niaga di wilayah Priangan Timur serta merupakan salah satu kota transit yang strategis dari mulai ujung Jawa Barat ke Jawa Tengah serta ke ujung Jawa Timur.”Tak jarang juga mereka melakukan perkenalan via facebook, chating di internet.Selanjutnya mereka tukeran nomer handphone dan setelah itu bila ada kecocokan mereka langsung janjian untuk kencan.Biasanya mereka ketemuan dahulu di Asia Plaza atau Mayasari Plaza.Sudah terkenal pelayanan brondong Tasik itu baik di Jakarta, Bandung, Semarang, Jogya, Solo dan Surabaya tersebut sangat memuaskan para tamunya.Makanya tak heran bila weekend banyak pria gay datang ke Tasik hanya untuk berkencan dan refresing belaka, ”terang pria berbadan macho itu.(Ariska)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar